NGINX Dan PHP-FPM Sebagai Pengganti Apache httpd

NGINX Dan PHP-FPM Sebagai Pengganti Apache httpd
Photo by Brett Jordan / Unsplash

Seperti pada post sebelumnya, sekarang saya menggunakan NGINX dan PHP-FPM untuk server pengembangan di rumah. Sementara ini masih baik-baik saja dalam menggunakan server tersebut. Untuk perbedaan yang paling berasa adalah desktop saya tidak berasa terlalu berat. Maklumlah, baru satu mesin yang digunakan. Jadi, selain server juga digunakan sebagai desktop saya.

Untuk spesifikasi komputernya memang tidak terlalu wah. Komputer desktop rumahan biasa.

  • Prosesor menggunakan AMD A4 seri 6300 yang sudah terintegrasi grafisnya.
  • Memori yang digunakan 2 keping Visipro 2GB tetapi yang terbaca sistem 3 GB.
  • Sistem operasi openSUSE Leap 42.1 64 bit dengan kernel 4.1.15-8-default
  • Desktop menggunakan KDE Plasma 5.5.5

Tidak terlalu wah, tetapi cukup mumpuni untuk dijadikan mesin pengembangan. Untuk sementara ini masih berkutat di pengembangan web. Untuk saat ini, penggunaan NGINX dan PHP-FPM tidak terlalu membebani sistem sehingga dirasa cocok untuk digunakan sebagai server web pengembangan saya. Untuk konfigurasinya masih diatur sebagai pengganti Apache HTTPD. Belum ada proxy ini proxy itu, NGINX sebagai ini sebagai itu. Belum kearah situ. Masih murni sebagai pengganti Apache HTTPD.

Jadi, kemungkinan besar konfigurasi tersebut akan saya gunakan terus. Tetapi jika memungkinkan ada mesin tambahan yang bisa khusus dijadikan server, mungkin akan lebih meringankan beban sistem. Itu rencana jangka panjang.

Kalau ada yang mau tanya-tanya seputar NGINX dan PHP-FPM, silakan komen-komen aja. Siapa tau bisa saling berbagi ilmu disini.