Briefing tim, rapat, maupun brainstorming sebenarnya adalah sebuah proses pemecahan masalah secara kreatif. Hal tersebut merupakan satu-satunya bagian dari proses yang tidak dapat digantikan dengan uang. Melalui briefing tim, rapat, maupun brainstorming maka kamu dapat menilai tantangan yang dihadapi, memprioritaskannya, memutuskan solusi yang digunakan, dan mengukur efektifitasnya. Oleh karena itu, kemampuan pemecahan masalah secara kreatif adalah keterampilan dasar yang memisahkan antara tim yang baik dengan tim yang terbaik.

Masalah yang muncul dari proses yang membutuhkan pemikiran kreatif adalah mudahnya kita untuk tersesat, kehilangan fokus, dan terperangkap dalam diskusi yang tidak berguna yang begitu terbuka dan tidak terstruktur. Banyak produk akhirnya terlambat dirilis dan penuh kompromi dibandingkan dengan visi aslinya hanya karena tim sangat lelah. Hal tersebut dikarenakan mereka terlalu lelah untuk mendiskusikan masalah yang tak ada habisnya dan tidak diprioritaskan.

Jadi, bagaimana kamu memecahkan masalah yang sangat umum ini dan akan kamu temukan hampir di setiap organisasi?

Sebenarnya apa sih yang kita diskusikan?

Solusi Yang Saya Temukan

Saya menemukan solusi paling efektif untuk permasalahan tersebut, ganti semua diskusi terbuka dan tidak terstruktur tersebut dengan proses yang jelas.

Awalnya, hal tersebut akan terasa aneh. Apalagi bagi orang-orang yang terbiasa berdebat panjang lebar dengan koleganya. Depat yang melelahkan hingga sampai salah satu orang dalam debat tersebut menyerah atau seseorang mengatakan “mari kita coba cara itu” (sering digunakan sebagai “kartu pamungkas” bagi siapa pun yang ingin mengakhiri debat yang berkepanjangan tersebut). Kebebasan untuk berdiskusi mungkin tampak sangat mendukung kreativitas kita. Nyatanya, hal tersebut sebenarnya itu adalah musuh dari kreativitas. Keteraturan dan disiplin lah yang menciptakan kebebasan yang dibutuhkan untuk menjadi kreatif.

Keteraturan dan disiplin merupakan kunci yang kita butuhkan..

Satu-satunya cara kita dapat melihat hasil dari cara tersebut adalah dengan mencobanya sendiri. Sebenarnya saya ada materi tentang langkah-langkah mandiri untuk mencoba cara tersebut. Karena bagi saya artikel ini akan terlalu panjang jika ditambahkan materi tersebut maka saya berencana menuliskan materi tersebut pada artikel berbeda.

Jadi, subscribe blog ini untuk mendapatkan pemberitahuan jika artikel tersebut sudah terbit. Untuk yang suka main Twitter, saya juga share artikel baru pada Twitter saya di @sibuluq.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan