Selamat bergabung kembali teman-teman Code Monkey. Masih di topik tentang content marketing. Pada artikel ini kita akan membahas tentang audiens atau target pasar yang kita sasar.

Saya ingatkan kembali bahwa apa yang sedang kita bahas adalah pemasaran menggunakan strategi pemasaran konten. Kita perlu mengingat kembali tentang “perjalanan” yang dilalui oleh calon kustomer di artikel Ayo Belajar Pemasaran Konten.

Buat teman-teman Code Monkey yang baru bergabung di artikel ini, silakan baca dulu artikel Ayo Belajar Pemasaran Konten.

Baca “Ayo Belajar Pemasaran Konten” >

Ketika menggunakan konsep content marketing, kita akan membuat konten-konten bukan penjual dalam porsi yang lebih banyak dibandingkan konten-konten penjualan.

Memang agak aneh dengan pemasaran konsep seperti ini. Tujuan kita adalah agar mendatangkan penjualan sebanyak-banyaknya. Kenapa malah konten-konten yang kita terbitkan lebih banyak konten-konten bukan penjualan?

Untuk menjawab hal tersebut, coba ingat-ingat kembali apa yang kamu cari di Google akhir-akhir ini. Hal tersebut akan menjawab dari pertanyaan di atas.

Sebagian besar kita menggunakan Google untuk mencari informasi suatu hal seperti cara menggunakan barang atau cara menyelesaikan/membuat suatu hal dan bisa juga mencari tahu barang/jasa apa yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan kita.

Tetap ada yang menggunakan Google untuk mencari barang yang ingin dibeli tetapi lebih sedikit dari pada yang mencari informasi. Bahkan sebelum mencari barang/jasa yang ingin dibeli, mereka mencari informasinya terlebih dulu untuk membantu menentukan pilihan.

Di sini lah kita akan masuk. Kita menyediakan konten-konten yang informatif untuk menjawab permasalahan mereka. Kita fokus saja untuk membantu memberikan solusi-solusi yang mereka butuhkan. Walau seperti itu, konten yang kita terbitkan tetap berhubungan dengan produk/jasa kita.

Caranya gimana?

man standing inside the tunnel
Masalah yang mereka punya apa ya?

Oke, mari kita lanjut pembahasannya. Setelah kamu tahu alasannya menggapa kita akan banyak menerbitkan konten-konten yang tidak berhubungan dengan penjualan, kita akan mulai membahas cara mengenali masalah yang mereka alami.

Yang akan kita lakukan pertama kali adalah membuat buyer persona. Mengutip dari blog-nya Hubspot, buyer persona dapat dijelaskan sebagai berikut.

A buyer persona is a semi-fictional representation of your ideal customer based on market research and real data about your existing customers.

The Definition of a Buyer Persona [in Under 100 Words].
Ditulis oleh Sam Kusinitz.
https://blog.hubspot.com/marketing/buyer-persona-definition-under-100-sr

Jadi, buyer persona adalah sebuah gambaran tentang kustomer yang ideal yang ingin kamu dapatkan berdasarkan riset pasar dan data kustomer yang sudah ada.

Jika kamu punya sebuah produk/jasa yang ingin dipasarkan dan kamu ingin membuat konten yang tepat maka kamu harus mendapatkan data siapa saja yang membutuhkannya. Data dapat diambil dari riset terhadap pasar dan kustomer yang sudah kita miliki.

Pelajari tentang demografi mereka, kebiasaan mereka, kalau perlu sampai pada latar belakang mereka. Setelah data tersebut terkumpul maka kita dapat membuat karakter dari kustomer kita. Hal tersebut dapat kita sebut sebagai buyer persona.

Dengan membuat buyer persona tersebut maka kita dapat membatasi masalah yang akan kita jadikan konten. Sebagian besar teman-teman saya yang menjadi pelaku usaha jarang membuat buyer persona. Karena itu kadang saya melihat konten-konten yang diterbitkan terlihat sporadis, mengejar kesegala arah dan kemana-mana.


Kenali audiens kamu dan rebutlah perhatiannya. Jadikan mereka percaya bahwa kitalah yang bisa memberikan solusi dari masalahnya. Setelah itu, doronglah mereka untuk menggunakan produk/jasa kita.

Gunakan buyer persona untuk mempermudah kamu mengenali audiens. Jadikan buyer persona sebagai panduanmu membuat konten-konten yang kamu terbitkan.

Sekian dulu artikel tentang mengenali audiens ini. Nantikan lagi artikel sambungannya di topik pemasaran ini terutama tentang content marketing. Jangan sampai ketinggalan lho.

Subscribe saja blog ini atau gunakan RSS agregator pilihanmu. Jika kamu punya akun WordPress, lebih gampang lagi, follow gunakan akunmu. Share juga ke teman-teman yang lain yang belum baca.

Jika ada yang ingin ditanyakan atau ditambahkan, bisa kirim komentar di artikel ini. Akan saya balas langsung karena tidak ada admin diantara kita 😎 .


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: