Memasang Slackware Menggunakan USB Stick

Sekarang kita akan membahas mengenai pemasangan Slackware menggunakan USB stick.

Memasang Slackware Menggunakan USB Stick
Photo by Sara KurfeƟ / Unsplash

Hai kawan, selamat malam. Senang bisa menulis di blog ini lagi. Baiklah, sekarang kita akan membahas mengenai pemasangan Slackware menggunakan USB stick. Sebelumnya, saya akan memperingatkan bahwa prosedur ini akan menghapus semua data yang tersimpan di USB stick yang digunakan untuk pemasangan Slackware.

Membuat Media Boot

Yang kita butuhkan adalah berkas usbboot.img yang berada di direktori usb-and-pxe-installers/. Berkasnya kecil, hanya sebesar 25 MB. Perlu diketahui bahwa berkas tersebut tidak berisi paket-paket Slackware yang akan dipasang. Berkas tersebut hanya berisi sistem setup Slackware.

Jadi kita membutuhkan server NFS/HTTP/FTP lokal atau sumber lainnya seperti harddisk. Jadi kita membutuhkan media boot yaitu USB stick yang akan kita buat dan media sumber paket-paket Slackware. Saya menggunakan berkas ISO pemasangan Slackware yang saya unduh dari server mirror lokal (maaf, lupa servernya) yang nanti dapat di-mount saat pemasangan. Untuk membuat media boot-nya, langkahnya sebagai berikut:

  1. Siapkan berkas usbboot.img. Berkas tersebut bisa diambil dari berkas ISO pemasangan Slackware pada direktori usb-and-pxe-installers/.
  2. Pasang USB stick. Cari tahu nama perangkatnya. Biasanya, nama perangkat untuk USB stick adalah /dev/sd[a-z]. Pada sistem saya, nama perangkat USB stick tersebut adalah /dev/sdc. Harus dipastikan nama perangkat USB stick tersebut sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.
  3. Transfer usbboot.img ke USB stick menggunakan program dd. Berikut contoh programnya.
    dd if=usbboot.img of=/dev/sdc bs=1M

Harus dipastikan nama perangkat USB stick sudah benar sebelum menekan tombol [ENTER]. Perintah dd tersebut akan menghapus semua data pada perangkat.

Saatnya Masuk ke Sistem Pemasangan

CATATAN: Komputer kamu harus mendukung booting melalui USB HDD.

Pasang USB stick dan lakukan boot, pilihlah boot melalui USB HDD. Program pemasang Slackware akan berjalan persis seperti pada pemasangan menggunakan DVD hanya saja terkesan lebih cepat. Prosesnya pun sama seperti pada pemasangan menggunakan DVD. Yang harus diperhatikan adalah pada pemilihan sumber paket.

Seperti yang saya nyatakan tadi bahwa saya menggunakan berkas ISO pada harddisk lokal. Sebelum menjalankan program setup, kita harus mengkaitkan berkas ISO tersebut terlebih dahulu. Jangan kaitkan pada direktori /mnt karena direktori tersebut akan digunakan oleh program pemasang Slackware. Saya kaitkan berkas ISO tersebut ke direktori /installer. Jadi perintahnya adalah:

mkdir /installer
mount -o loop [path-to-iso-file] /installer

kemudian jalankan program setup seperti biasa. Ketika ditanyakan sumber paket pemasangan, maka pilihlan "pre-mounted source" dan isi kan /installer/slackware untuk direktori paketnya. Keterangan Tambahan

Untuk penggunaan usbboot.img, jika kita menjalankan perintah fdisk -l maka akan muncul pesan peringatan seperti berikut:

This doesn't look like a partition table
Probably you selected the wrong device.
Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 ? 8563200 8326647 2088818490 1 FAT12
Partition 1 has different physical/logical beginnings (non-Linux?):
phys=(124, 38, 11) logical=(8563199, 1, 16)
Partition 1 has different physical/logical endings:
phys=(344, 195, 26) logical=(8326646, 0, 49)
Partition 1 does not end on cylinder boundary.

Hal tersebut tidaklah berbahaya. Hal tersebut dikarenakan usbboot.img disalinkan ke raw device dan tidak membuat partisi sama sekali. Program fdisk membaca informasi pada sektor pertama dan salah mengartikannya sebagai perangkat yang kacau.

Jadi, proses pemasangan Slackware menggunakan USB stick sama saja sebagai mana pemasangan menggunakan DVD. Hanya saja kita memilih
sumber paket selain DVD.