Baru saya saja baca artikel National Geographic Indonesia yang membahas tentang Majapahit. Artikel tersebut membahas mengenai pandangan Hasan Djafar tentang wilayah Majapahit. Dalam artikel tersebut dipertanyakan tentang panutan umum bahwa “Majapahit mempunyai wilayah Nusantara yang teritorinya seperti Republik Indonesia”.

Kalau kita baca, dapat dibayangkan bahwa Nusantara bisa saja seperti ASEAN saat ini. Beberapa negara saling bekerja sama untuk membangun kawasan regionalnya. Negara-negara anggota yang tergabung dalam Nusantara akan saling melindungi baik dalam bidang pertahanan dan keamanan, ekonomi, serta sosial budaya. Mungkin lebih dari itu. Setiap tahunnya, anggota-anggota Nusantara mengadakan pertemuan. Mungkin semacam konferensi, seperti pertemuan APEC kemarin itu.

Itulah yang saya bayangkan saat membaca artikel tersebut. Jadi bisa dibilang, pada masa Majapahit, hubungan antar negara sudahlah seperti saat ini. Majapahit dan Nusantara dapat dibandingkan dengan Indonesia dan ASEAN. Kalau hal tersebut benar, Majapahit sudah sangat modern. Kita harus meninggalkan bayangan tentang Majapahit yang berupa kerajaan yang luas dengan sistem pemerintah kerajaan yang seperti di sinetron-sinetron Indosiar itu.

Kita bisa bayangkan Majapahit seperti Kerajaan Inggris saat ini. Terdapat pemisahaan antara kepala negara dengan kepala pemerintahan. Raja sebagai kepala negara dan simbol pemersatu dan mahapatih-nya yang menjalankan pemerintahaan. Terdapat para menteri yang membantu tugas mahapatih. Sang raja juga memiliki dewan penasehat yang membantunya. Mahapatih bertanggung jawab kepada raja, diangkat dan diberhentikan oleh raja. Kemungkinan, Majapahit menggunakan konstitusi sebagai pangkal hukumnya. Artinya, raja tidak dapat bertindak semena-mena. Bahkan saya pernah membaca kalau sistem peradilan di Majapahit sudah sangat tersusun rapi (maaf, saya lupa sumbernya).

Jika hal tersebut benar, bayangan Majapahit yang luas se-Indonesia tersebut harus digantikan dengan Majapahit yang luasnya tidak lebih besar dari Pulau Jawa dengan ikatan regional dengan negara-negara Nusantara yang kuat. Kita juga harus meninggalkan bayangan tradisional tentang kerajaan Majapahit.

Tetapi, itu semua barulah sebatas bayangan saya saja. Kita harus menunggu perkembangan penelitian para ahli. Selagi menunggu mereka, tidak ada salahnya kita membayangkan Majapahit dengan versi kita sendiri. 🙂


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: