Gara-Gara Tempat Lahir

Gara-Gara Tempat Lahir
Photo by Sushobhan Badhai / Unsplash

Kita semua tahu kalau kita lahir di dunia ini tidak bisa pilih-pilih.
Kita tidak bisa pilih siapa orang tua kita,
kita tidak bisa pilih kapan kita bakal lahir,
kita tidak bisa pilih dimana kita bakal lahir.
Kita semua tahu itu.
Tapi kenapa masih aja ada yang beranggapan bahwa orang daerah sini bodoh,
orang daerah sana lebih bodoh lagi,
dan orang dari daerah sendiri yang paling unggul?

Apa lagi anggapan itu muncul dari orang yang berkecimpung di bidang TI
yang menganut paham perangkat lunak bebas atau setidak-tidaknya
sumber terbuka. Sangat tidak etis. Paham perangkat lunak bebas bukan hanya
masalah kode program, tetapi juga merupakan pergerakan moral.
Sedangkan dengan sumber terbuka, walaupun berorientasi kepada kode program
tetapi siap menerima masukan dari orang lain walaupun berbeda etnis,
golongan, agama, dan perbedaan lainnya. Bagaimana bisa orang yang
berkecimpung dalam dunia perangkat lunak bebas atau pun sumber terbuka
merasa bahwa orang daerahnya lebih unggul dari orang daerah lain.

Buka lah pikiran kita. Jangan hanya membuka kode program saja.
Kalau boleh memakai Bahasa Inggris yang belepotan, saya ingin bilang
"open your mind as you open your code".