Fat-Free Framework: "I’m free!

Sekarang kita mulai mencoba menggunakan Fat-Free Framework. Tidak muluk-muluk dahulu, hanya menampilkan kalimat “I am free!” di peramban web kita.

Fat-Free Framework: "I’m free!
Photo by Fuu J / Unsplash

Sekarang kita mulai mencoba menggunakan Fat-Free Framework. Tidak muluk-muluk dahulu, hanya menampilkan kalimat “I am free!” di peramban web kita.

Persiapkan arsip Fat-Free Framework (sebaiknya ditulis F3 saja, terlalu panjang dan lama jika terus menulis “Fat-Free Framework”). Jika belum punya, bisa diunduh melalui situs web Fat-Free Framework. Bagi yang sudah punya, mari kita bongkar arsipnya! Semua berkas dan plug-in F3 ada di direktori lib/. Perlu diingat, F3 hanya dapat bekerja dengan PHP versi 5.3+. F3 juga memberi keluwesan untuk menyusun struktur direktori seperti apa yang diinginkan kita.

Untuk mengetahui versi PHP yang sudah dipasang di sistem kita, bisa menjalankan perintah php -v melalui console.

Siap! Mari kita mulai menulis programnya.

// memuat fat-free framework
$f3 = require('lib/base.php');

// membuat rute
$f3->route('GET /',
	function()
	{
		echo 'I am free!';
	}
);

// jalankan program
$f3->run();

Simpan program dengan nama index.php.

Dengan Fat-Free Framework, diharapkan kita akan semakin mudah membangun situs web dengan skrip yang semakin mudah dibaca kita sendiri. Dengan skrip yang lebih mudah dibaca, maka akan menghasilkan skrip yang mudah dipahami pula. Hal tersebut sangat berguna bagi tim kerja kita sendiri.

Eits, sebelum saya lupa, mari kita perjelas kode tersebut.

Lihat variabel $f3. Variabel $f3 kita isi dengan base.php yaitu berkas yang berisi struktur dasar dari F3. Jadi, jika ingin menggunakan F3 maka berkas ini harus dimuatkan dalam program kita. Karena berkas tersebut berada di direktori lib/ maka kita memanggilnya dengan lib/base.php. Direktori lib/ tersebut merupakan direktori baku F3 setelah kita membongkar arsipnya. Jadi jangan bingung mengenai direktori tersebut. Secara gampangnya, direktori lib/ adalah direktorinya F3.

Setelah kita muatkan F3 ke program kita, kita mulai membuat rute. Rute disini adalah URI yang akan dipanggil oleh kita melalui peramban web. Membuat rute dengan F3 cukup mudah, hanya dengan menggunakan fungsi $f3->route(). Kita lihat, rute yang kita buat adalah rute menuju alamat “root” situs web kita yaitu “/” dimana berkas index.php biasanya disimpan. “GET” adalah metode protokol HTTP untuk mendapatkan URL. Mmmm, untuk penjelasan secara mendetil saya masih belum bisa menjelaskannya, takut salah. Mungkin dilain waktu ya, maaf :-( .

Jadi, fungsi $f3->route('GET /', ... ); memberi tahu kepada F3 bahwa situs web dapat diakses melalui URL relatif yang menggunakan /. Setiap orang yang mengunjungi “http://www.contoh.com/” akan menerima pesan “I am free!” karena URL / sama saja dengan alamat “root” situs web. Selain itu, fungsi tersebut memberi instruksi kepada F3 agar menampilkan pesan tersebut jika permintaan yang diberikan menggunakan metode HTTP GET. Maka jadilah halaman web pertama kita.

Sepertinya ada yang tertinggal. Nah itu baris terakhir, itu $f3->run(); buat apa coba?

Maaf, sedikit kelupaan. Fungsi $f3->run() memberi perintah kepada F3 agar memulai proses menunggu permintaan (request). Sehingga saat kita membuat permintaan untuk membuka “http://www.contoh.com/”, ada yang mendengarkan dan akhirnya memproses permintaan kita.

Jadi, kurang lebihnya seperti itu lah F3 dalam bekerja. Walau program sederhana (sekali), tapi sebagai pemanasan ya cukup lah. Sekian dulu kiriman dari saya, bila ada salah-salah dalam kiriman ini harap memberi tahu saya dibagian mana yang harus dikoreksi. Sampai jumpa di kiriman berikutnya tentang Fat-Free Framework. :-D