Enaknya Menggunakan Desktop KDE

Enaknya Menggunakan Desktop KDE
Photo by Christian Wiediger / Unsplash

Saya merupakan pengguna berat sistem KDE. Sejak dari pertama kenal Linux hingga sekarang saya selalu menggunakan KDE sebagai sistem desktop saya. Sedikit pamer, saya bagikan layout desktop saya B-).

Untuk panel sengaja saya tempatkan di sisi atas. Hal tersebut untuk meminimalkan pergerakan kursor mouse karena semua kontrol berada di bagian atas desktop. Jarang sekali desain aplikasi yang ada pada sistem saya menggunakan kontrol di bawah. Karena semuanya ada di bagian atas maka penggunaan mouse jadi lebih enak.

Untuk taskbar menggunakan yang model klasik seperti pada gambar berikut.

Kenapa tidak menggunakan model icon-only taskbar seperti pada Windows Eero? Karena model klasik lebih jelas informasinya jadi saya bisa langsung memilih jendela yang dimaksud. Jika menggunakan icon-only taskbar, saya harus hover dulu ikonnya agar tahu jendela aplikasi mana yang direpresentasikan oleh ikon tersebut.

Bagaimana kalau jendela aplikasi yang dibuka banyak sehingga taskbar penuh? Tenang saja, taskbar tersebut mendukung grouping jendela untuk aplikasi yang sama. Lagi pula saya mengguakan empat workspace dalam desktop saya. Belum lagi ada fitur activities dari KDE yang berguna untuk mengelompokan aplikasi berdasarkan aktifitas yang sedang kita kerjakan.

Dengan fitur activities saya dapat membagi-bagi desktop berdasarkan apa yang saya kerjakan. Semisal sedang blogging, maka saya akan menggunakan activity Blogging sehingga jendela aplikasi lainnya tidak akan tampil saat blogging. Ketika saya selesai blogging dan ingin lanjut mengerjakan proyek saya maka tinggal beralih ke activity Coding. Secara otomatis aplikasi yang berkaitan dengan coding akan langsung muncul pada desktop dan aplikasi yang tadi saya buka selama blogging akan tersembunyi. Itulah enaknya menggunakan sistem desktop KDE SC 4.

Saya juga tidak menampilkan ikon pada desktop karena tidak begitu sering saya gunakan. Saya lebih banyak menggunakan KRunner untuk memanggil aplikasi.

Dengan KRunner saya tidak perlu lagi repot-repot mencari ikon aplikasi yang saya tuju. Langsung saja saya ketik nama atau deskripsi aplikasi, biarkan KRunner yang mencari aplikasi yang saya maksud.

Itu sedikit alasan mengapa saya suka sekali menggunakan desktop KDE. Sejak dari KDE 2 hingga sekarang KDE SC 4. Untuk KDE Plasma 5 saya belum sempat mencicipnya, saya masih menunggu rilis yang lebih stabil baik desktopnya maupun aplikasi-aplikasi pendukungnya. Semoga saja tidak lama lagi pengembangan KDE Plasma 5 bisa rilis stabil dan siap digunakan untuk sistem produktif.

Ini sedikit pengalaman saya, bagaimana pengalaman kamu?