Saya sangat suka dengan gambar yang menjadi gambar depan blog ini. Saya dapat mengatakan bahwa gambar tersebut dapat merepresentasikan saya.

Photo by Headway.
Photo by Headway

Foto tersebut saya dapatkan dari unsplash.com yang merupakan penyedia stok foto yang dapat digunakan secara bebas baik untuk tujuan komersil maupun non-komersil.

Kenapa 🙄

Momen pada foto tersebut merupakan apa yang sering saya lakukan di JVM. Berkoordinasi dengan tim secara langsung sebelum adanya wabah COVID-19 ini.

Kebetulan sekali, saya sering menggunakan baju warna merah kotak-kotak hampir mirip seperti pada gambar tersebut. Terlebih juga saya sering menggunakan gestur tangan ketika sedang menyampaikan ide-ide saya di depan tim.

Jika ada kata-kata bijak yang menyatakan bahwa satu gambar berarti sejuta kata, bisa jadi kata-kata bijak tersebut ada benarnya. Buat kamu, mungkin saja gambar ini hanyalah gambar orang yang sedang berkumpul. Tetapi, bagi saya, gambar ini merupakan representasi yang ingin saya sampaikan kepada kamu melalui blog ini. Gaulnya adalah “ini gue banget”.

Itulah kenapa secara tidak sadar saya langsung menggunakan gambar ini ketika menemukannya di unsplash. Alam bawah sadar saya menyakinkan saya bahwa itu gambar “gue banget”. Saya ingin agar saya dilihat seperti yang ada di gambar itu terhadap diri saya.

Jika melihat gambar tersebut, saya sering berangan-angan bahwa orang dalam gambar itu benar-benar saya sedang melakukan briefing bersama teman-teman saya.

Terima kasih kepada Headway karena telah membebaskan foto tersebut. Saya sangat bersyukur akan hal tersebut. Foto-foto dari Headway dapat dilihat di Unsplash. Untuk website Headway itu sendiri bisa dikunjungi di alamat headway.io.

Saya tidak berafiliasi dengan Headway itu sendiri. Bahkan saya tidak tahu siapa Headway. Jika dilihat dari website, sepertinya sebuah perusahaan jasa konsultasi usaha. Entahlah 🤷.

Sedikit tip dari saya

Dalam mengurus blog atau membuat blog, usahakan jangan asal-asalan. Tanamkan dalam pikiran kamu bahwa blog yang kamu buat merupakan representasi diri kamu.

Dari blog, kamu harus bisa menampilkan seperti apa dirimu yang ingin kamu tampilkan untuk orang lain. Jika blog kamu asal-asalan, jelas orang lain menganggap kamu tidak serius.

Strereotip seorang programmer adalah mereka tidak ada waktu untuk bersosialisasi. Hal tersebut dikuatkan dengan blog mereka yang rata-rata sangat tidak menarik dan biasanya menggunakan tampilan bawaan platform blog mereka.

Berbeda dengan para desainer. Mereka berlomba-lomba untuk menampilkan blog mereka sebagus-bagusnya dan merepresentasikan seperti apa hasil karya mereka. Sangat amat bertolak belakang dengan stereotip seorang programmer.

Padahal, dari segi skill, programmer seharusnya memiliki peluang lebih besar untuk membuat tampilan blog yang lebih bagus. Entah kenapa mereka lebih sering menggunakan layout blog yang sederhana bahkan seperti agregasi RSS. Bahkan ada yang menggunakan tampilan seperti mailing list.

Buatlah blog sebagaimana kamu ingin dilihat orang lain.


1 Komentar

Jaki Kibo · 9 Mei 2020 pada 10:45

mantap sukses selalu. kata kata itu mengapresiasi saya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: