Pada tulisan saya sebelumnya, kita sudah membahas tentang penggunaan prinsip Agile pada manajemen proyek. Bagi kamu yang belum membacanya, silakan baca di artikel Manajemen Proyek Menggunakan Prinsip Agile. Selanjutnya, dalam artikel ini saya akan membahas tentang agile mindset.

Memastikan bahwa tim pengembang menggunakan strategi paling efektif merupakan prioritas bagi para leader di dunia IT. Oleh karena itu, jangan sampai terjebak pada “pengumpulan peralatan” alias “collecting tools” melainkan kita harus dapat menumbuhkan agile mindset.

Memastikan bahwa tim pengembang menggunakan strategi paling efektif merupakan prioritas bagi para leader di dunia IT. Oleh karena itu, jangan sampai terjebak pada “pengumpulan peralatan” alias “collecting tools” melainkan kita harus dapat menumbuhkan agile mindset.

“The core of Agile is recognizing that we need to get to and maintain an Agile mindset. If I have an organization with an Agile mindset, and really rock-solid product management, Agile processes and tools will evolve out of that. If you have the Agile mindset and an awesome connection with your customers and are solving their problems, things will evolve in the right way. You won’t even realize you’re being Agile. It’s just good business.”

Todd Little, CEO Lean Kanban

Terdapat beberapa definisi tentang agile mindset tetapi secara umum berisi tentang hal-hal berikut.

  • Melihat sebuah kemunduran sebagai pembelajaran.
  • Menggunakan pendekatan iteratif, kolaboratif, dan menyongsong perubahan
  • Fokus pada pembuatan manfaat

Ubah kegagalan menjadi pembelajaran

Pada tim yang menggunakan agile mindset, mereka tidak akan takut akan kegagalan. Sebuah kegagalan bagi mereka merupakan sebuah kesempatan untuk belajar. Oleh karena itu, kita sebagai leader harus dapat memberi kesempatan kepada tim kita untuk bereksperimen dan memunculkan ide-ide kreatif.

Berikan pengertian kepada tim bahwa kegagalan merupakan sebuah pembelajaran bukannya kegagalan. Dengan begitu maka mereka dapat mengubah sebuah kegagalan menjadi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Jika sebuah tim sudah dibiasakan seperti itu, besar kemungkinan mereka akan lebih mudah dalam memecahkan masalah yang dihadapi.

Iteratif, kolaboratif, dan perubahan

Pada setiap interasi pasti akan selalu ada ruang untuk perbaikan dan penyempurnaan. Pada tim yang iteratif, setiap orang dapat mengajukan gagasannya dengan bebas demi perbaikan pada produk yang kita buat. Boleh dibilang bahwa interasi merupakan cara tercepat untuk mendapatkan umpan balik sehingga membantu kita melakukan perbaikan maupun mengembangkan fitur baru.

Kolaborasi dalam tim merupakan cara kita memfasilitasi budaya untuk saling percaya dan saling berkomunikasi. Jangan berpikiran bahwa seorang pengembang perangkat lunak tidak membutuhkan sosialisasi! Sosialisasi merupakan kunci penting dalam keberhasilan sebuah proyek. Dengan adanya kolaborasi maka akan tercipta serah terima tugas yang lebih lancar karena adanya budaya saling percaya.

Jangan berpikiran bahwa seorang pengembang perangkat lunak tidak membutuhkan sosialisasi! Sosialisasi merupakan kunci penting dalam keberhasilan sebuah proyek.

Perubahan sendiri merupakan dorongan lahirnya metodologi agile. Adaptabilitas terhadap perubahan merupakan sebuah kepastian bagi tim. Setiap proses maupun halangan yang menyebabkan terhambatnya fleksibilitas tim harus segera dihilangkan.

Kualitas!

Kita semua sepakat bahwa tim pengembang perangkat lunak harus dapat memberi manfaat bagi klien maupun kita sendiri. Hal tersebut dapat dicapai menggunakan agile mindset. Dengan agile mindset kita dapat menggeser perhatian tim dari “memberikan keluaran” atau “output” menjadi “memberikan hasil” atau “outcome”. Bagi saya, output hanya fokus pada penyampaian sebuah produk sedangkan outcome adalah tentang memberikan manfaat melalui produk yang kita kembangkan.

Dengan mindset untuk selalu memberikan manfaat maka tim kita akan berpikiran bagaimana sebuah fitur dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi pengguna. Mereka sudah tidak lagi menggunakan jumlah rilis sebagai targetnya. Mereka sudah memilih kualitas dibandingkan kuantitas.

Kesimpulan

Dengan agile mindset, tim kita dapat beradapasi terhadap perubahan kebutuhan pasar dengan cepat, merespon umpan balik dari klien dengan lebih efektif, dan dapat memberikan manfaat dari produk yang kita kembangkan.


1 Komentar

Mengenal Agile - Code Monkey · 11 September 2019 pada 15:51

[…] Agile Mindset […]

Tinggalkan Balasan