Semalam, saya baru membaca artikel menarik yang ditulis oleh Bang Fariz berjudul “Keyboard untuk budak korporat“. Di artikel ini saya ingin menanggapi artikel tersebut dengan pengalaman saya sehari-hari mengetik di depan komputer juga. Teman-teman Code Monkey bisa baca dulu artikelnya Bang Fariz, saya bilang cukup menarik untuk kita bandingan dengan pengalaman kita sendiri.

Pada artikel tersebut, Bang Fariz sebagai seorang programmer menceritakan betapa menyenangkannya menggunakan layout keyboard Workman untuk kebutuhannya bekerja. Saya akan menanggapi bukan pada keyboard layout yang digunakan tetapi pada kenyamanan dalam mengetik.

Pada bagian “Perjananan dan pengalaman pribadi” di artikel tersebut, Bang Fariz mengungkapkan bahwa beliau mulai sering merasakan “ketidaknyamanan” dalam mengetik. Mulai sering muncul pegel dan linu di pergelangan tangan dan jari. Hal tersebut tentu berkaitan dengan pekerjaannya sebagai programmer.

Mengenal RSI

Bagi yang mengalami hal yang sama dengan Bang Fariz, teman-teman Code Monkey bisa membaca referensi tentang RSI atau repetitive strain injury. Gejala yang dialamai menyerupai gejala yang dialami oleh Bang Fariz tersebut yaitu pegel, linu, hingga kesemutan, bahkan ada yang sampai mati rasa.

RSI tidak hanya dialami oleh para programmer, orang biasa yang sering bekerja dengan komputer juga dapat mengalami RSI. Kuncinya pada kegiatan-kegiatan yang repetitif (berulang-ulang dan rutin) sehingga kita menggunakan bagian tubuh kita secara berlebihan (overuse) atau terlalu sering memberi beban pada bagian tersebut.

Selain programmer, teman-teman Code Monkey yang rutin hiking atau bersepeda juga rentan terhadap RSI. Apalagi kedua kegiatan tersebut juga memaksa beberapa bagian tubuh untuk digunakan secara berlebihan serta membebaninya secara terus menerus selama kegiatan tersebut. Pada kegiatan tersebut RSI sering diistilahkan dengan cumulative trauma disorder atau kalau orang jawa bilang adalah njarem.

Lebih baik mencegah dari pada kesakitan

Buat teman-teman Code Monkey khususnya yang pekerjaannya mengetik di depan komputer, saya share pengalaman saya dalam mencegah RSI. Semoga teman-teman tidak perlu merasakan RSI yang pernah saya rasakan dan itu sangat tidak nyaman. Saya masih mending, cuma beberapa hari saja. Bayangkan saja Bang Fariz yang hampir satu minggu.

Baik, saya coba share pengalaman saya.

1. Perhatikan posisi duduk

Ergonomics, Integrated Safety Management, Berkeley Lab. Gambar dari Wikipedia.

Teman-teman Code Monkey pasti pernah diajari untuk duduk seperti pada gambar tersebut. Kalau ditempat kerja teman-teman memungkinkan, usahakan untuk mengikuti anjuran tersebut. Bagi teman-teman yang kesehariannya bekerja di depan komputer, bukan hanya pergelangan tangan dan jari yang akan terkena RSI tetapi juga punggung, pundak, dan pinggang juga beresiko terdampak RSI.

Saran saya, usahakan menggunakan sandaran punggung. Posisi keyboard diatur sedemikian rupa sehingga tangan lurus dengan tombol keyboardnya.

Seperti pada ini.

2. Sering beristirahat

Saran saya yang kedua adalah sering beristirahat. RSI dapat disebabkan karena tubuh kita terlalu lelah pada posisi yang sama terus-menerus. Usahakan untuk dapat beristirahat secara rutin dengan melakukan gerakan-gerakan peregangan.

Bila dirasa masih kurang, sempatkan untuk jalan-jalan. Misal dengan mengambil air minum. Saya menggunakan botol minum yang tidak terlalu besar sehingga saya sering mengambil minum sehingga bisa lebih sering bangun dari duduk.

Saya memasang aplikasi Stretchly pada komputer saya untuk mengingatkan saya untuk rehat sejenak dan meregangkan badan. Dan aplikasi tersebut memaksa saya untuk rehat karena aplikasi tersebut akan menutup layar secara penuh sehingga saya tidak dapat melanjutkan pekerjaan saya di komputer.

Tampilan ketika saya diminta untuk istirahat oleh aplikasi Stretchly.

Jadi, ada dua jenis rehat yang “dipaksakan” kepada saya yaitu rehat sejenak dan rehat yang agak lama sekitar 5 menit.

Rehat yang agak lama, saya gunakan untuk mengambil air minum.

Pada rehat yang agak lama, saya sempatkan untuk bangun dan jalan-jalan mengambil minum. Jadi saya bisa mengurangi resiko RSI dan dehidrasi sekaligus dalam satu kegiatan. Hal ini yang sering terlewatkan oleh sebagian besar orang yang bekerja di depan komputer.

3. Gunakan keyboard yang nyaman

Dan juga, menggunakan keyboard bawaan mac (mba 2015) sedikit painful karena dia harus benar-benar ditekan tombolnya. Menggunakan/membeli keyboard external (khususnya mechanical keyboard) sepertinya menjadi investasi yang menarik untuk menyelasaikan masalah tersebut (bila ada)

Bang Fariz – “Keyboard untuk budak korporat

Saran yang ketiga adalah gunakan keyboard yang nyaman. Seperti pada artikel Bang Fariz, beliau menyarankan untuk membeli keyboard mechanical external.

Saya sendiri menggunakan ThinkPad yang bagi saya merupakan keyboard laptop paling nyaman yang pernah saya gunakan. Ditambah dengan trackpoint, tangan saya tidak perlu lagi menggapai mouse sehingga posisi mengetik saya sudah sangat amat nyaman. Buat teman-teman Code Monkey yang menggunakan laptop mainstream, sebaiknya beli keyboard eksternal yang lebih nyaman.

Penutup

Bagi teman-teman Code Monkey yang masih belum terdampak RSI, sebaiknya lakukan ketiga saran saya tersebut. Saya bisa mengatakan kalau RSI sangat amat tidak nyaman. Sangat mengganggu kerja. Lebih baik mencegah dari pada kesakitan.

Teman-teman juga dapat membaca artikel https://www.swyx.io/writing/rsi-tips yang berisi rekomendasi-rekomendasi pencegahan RSI. Selain itu, usahakan selama masa rehat juga disempatkan untuk minum. Jadi dalam sekali kegiatan kita mendapatkan dua manfaat yaitu mencegah RSI dan mencegah dehidrasi selama bekerja.


Sekian sharing saya tentang RSI untuk teman-teman Code Monkey. Sebaiknya teman-teman juga membagikan artikel ini kepada yang lainnya untuk membantu mengurangi resiko teman-teman kita yang lainnya terkena RSI selama bekerja.

Ditunggu lagi partisipasi teman-teman di artikel-artikel saya lainnya.


1 Komentar

Fariz · 22 September 2020 pada 16:50

Terima kasih mas sudah mampir, dan juga terima kasih untuk saran-sarannya!

Sekarang sedang membiasakan juga untuk memperhatikan posisi duduk, tapi terkadang lebih enak duduk dengan gaya bebas daripada yang sudah disarankan oleh banyak orang termasuk ditulisan ini hahaha

Anyway. Tulisan-tulisan di blog nya keren, subscribed to my rss feed :))

Untuk memastikan komentar ini dibuat oleh saya, berikut saya lampirkan signature dengan public key saya

—–BEGIN PGP MESSAGE—–

owEBTgGx/pANAwAIAS7W7oPTzahkAcsHYgBfacg7CokBMwQAAQgAHRYhBI3P5M7E
T6hNvM+rwi7W7oPTzahkBQJfacg7AAoJEC7W7oPTzahk6x4IAK4+REcAzOEoz/Lp
UXjbY9H6mY7ltWEt9GYTEy4lmlPE3ZaxdXyaALlTagfUxk+COax/mNWJefjqB+iY
FCvulp6MLs5KPGXs5de7PBFo3wHRgHTbOvg6lOt1QxDzjwTkOma/XuX57yds0Mx1
afHrV6X2iWJSaWT6jwHMBbfZ5p6Vs1ZJVkiLAIM7ffViflqYVIKupUYKG0BnAiqJ
/fOc1QiaFMa2RwhQlRyj+Z9bYbabiuWYHvxwiFWXVeUswJUPhdznQbxW7wUc27gm
8tHhAmb3dyXIoUbwrQ8rH8fd+4vMdYK39E0VsJNyvGlE57PWPBNRFGgeMAaTniGM
WxJxg08=
=Tq9+

—–END PGP MESSAGE—–

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: