Selamat bergabung kembali di Code Monkey, blognya orang-orang #oranormal 😎 . Sorry, just kidding.

Oke, lanjut tentang topik pemasaran khususnya content marketing. Buat kamu yang baru saja menemukan Code Monkey, bisa baca juga artikel tentang topik content marketing yang lainnya di sini. Atau pilih topik Pemasaran Digital dari menu utama di bagian atas blog ini.

Sekarang saya akan membahas tentang tiga hal penting yang perlu kamu perhatikan dalam pemasaran konten terutama dalam hal promosi. Perlu diingat bahwa membuat konten baru sebagian dari kegiatan pemasaran yang kita lakukan. Setelah kita membuat konten, apa lagi yang akan kita lakukan? Tentu saja mempromosikannya.

green white and red plastic toy gun

Kita mempromosikan konten yang sudah dibuat agar konten yang sudah dibuat dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Jika saya analogi-kan pada blog ini maka saya menginginkan agar ada pengunjung yang membaca artikel ini.

Jika saya membuat artikel ini dalam waktu 1 – 2 hari maka saya bisa menghabiskan waktu minimal 1 minggu untuk mempromosikan artikel ini. Kok bisa selama itu?

Jelas saja akan butuh waktu lama dalam mempromosikan artikel ini. Bayangkan saja ada berapa juta situs web di dunia ini yang menerbitkan artikel di waktu yang sama saya menerbitkan artikel ini. Oleh karena itu, promosi merupakan hal yang penting dalam kegiatan pemasaran konten.

Tetapi, perlu diingat! Promosi dalam dunia online itu identik dengan hal yang negatif. Lah, kok bisa? Kalo gitu gimana dong?

Yup. Coba kamu jawab pertanyaan ini.

Ketika kamu sedang online, entah itu main facebook, twitter, instagram, atau cuma sekedar browsing, kalau ada konten berkaitan dengan promosi (entah itu endorse, iklan, dan lain sebagainya) gimana rasanya?

Hal itu juga yang dirasakan oleh para calon pengunjung blog ini seperti kamu ini. Oleh karena itu, perhatikan 3 hal berikut dalam melakukan promosi kontenmu.

Kita mempromosikan konten, bukan blog

Yup. Yang akan kita lakukan adalah mempromosikan kontennya bukan blognya. Walau saya bilang blog, juga dapat diterapkan pada sosmed kamu juga, atau podcast, atau video youtube, atau hal sejenis lainnya yang berkaitan dengan konten ya. Begitu ya maksudnya.

Jadi, jika kamu mau share kepada saudaramu, orang tuamu, tetanggamu, teman-temanmu, gebetanmu, atau siapapun dia, share langsung ke konten yang kamu buat. Bukan homepage blog atau profil sosmed atau profil channel YouTube tetapi langsung konten yang kamu buat.

Hal tersebut untuk meminimalkan kebingungan dari orang yang menerima share kita. Contohnya, saya sedang ngobrolin tentang cara promosi dengan teman saya, maka yang saya share adalah langsung artikel ini dong. Bukan homepage blog saya.

Selalu pastikan kontenmu adalah yang terbaik

Dalam membuat konten, kamu harus mencurahkan segenap usahamu agar kontenmu menjadi konten yang terbaik dari beribu-ribu konten dilautan web.

Oleh karena itu, kamu jangan membuat konten copy-paste atau hanya ganti kata-kata saja. Konten kamu harus merupakan konten yang memang apa yang ingin kamu sampaikan. Terlebih lagi, konten kamu harus bisa membantu orang lain menyelesaikan masalahnya.

Kalau menurut pendapat saya, ingat ini pendapat saya pribadi lho ya. Kita tidak harus menerbitkan banyak konten dalam satu hari. Secukupnya saja yang penting rutin agar tetap update. Kenapa bisa begitu?

Jawabannya adalah, menurut saya, sekali lagi ini menurut saya lho ya. Kalau kita berbicara tentang blog, yang diandalkan dari blog adalah kontennya. Dan faktor penentu kesuksesan dari konten blog adalah kualitas artikel bukan jumlah artikel yang diterbitkan.

Sekali lagi, hal tersebut itu menurut saya. Jika kamu beranggapan lain, boleh-boleh saja. Silakan suarakan pendapatmu melalui komentar di artikel ini. It is fine.

Gunakan tool otomatisasi promosi secara bijak

Kamu harus ingat lagi sewaktu tadi di awal kita membahas tentang promosi itu identik dengan hal yang negatif. Tool otomatisasi promosi itu sendiri identik dengan yang namanya spam. Promosi saja sudah kita anggap negatif apalagi spam.

Bahkan ada beberapa praktisi content marketing yang sampai menyatakan agar kita tidak menggunakan tool semacam itu. Ya dengan alasan spam tersebut. Saya sendiri tidak akan menyarankan untuk tidak menggunakan tool-tool otomatisasi, kalau memang bisa dimanfaatkan maka kita manfaatkan saja secara bijak.

Bagi saya, bukan tool-nya yang bermasalah sehingga menjadikan banyak promosi menjadi spam. Tetapi kebijaksanaan penggunanya yang menentukan hasil dari tool-tool tersebut.

Berbicara tentang blog, saya menyarankan agar kamu tidak menggunakan tool otomatisasi dulu. Kamu bangun brand image blog secara manual agar tetap keluar sifat “manusia”-nya. Gunakan tool setelah kamu mulai memiliki audience yang loyal dan pasitkan agar kamu mengkonfigurasi tool yang kamu gunakan agar tetap ada “sifat manusia”-nya. Hal tersebut dilakukan agar para pengunjung blog kita tidak merasa berinteraksi dengan robot tetapi memang langsung dengan kita sendiri sebagai pembuat kontennya.

Ingat, jangan sampai tool yang kamu gunakan menyebabkan seolah-olah kamu adalah robot spam ya.


Itulah 3 hal penting dalam mempromosikan konten yang perlu kamu perhatikan. Kamu harus selalu ingat agar konten kamu tidak dianggap spam oleh netizen yang budiman 🤣 .

Baiklah, topik tentang pemasaran konten ini akan saya sambung lagi pada artikel lainnya. Jangan sampai ketinggalan lho. Subscribe saja blog ini atau gunakan RSS agregator pilihanmu. Jika kamu punya akun WordPress, lebih gampang lagi.

Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: